Selasa, 14 April 2020

MICHAEL

MICHAEL

Fey menjatuhkan pensilnya. Alat tulis berwarna -warni itu bertebaran di sekitarnya. Lewat ujung mata, Fey memastikan dirinya berada dalam jarak pandang lelaki tampan itu.

Seperti dugaannya, lelaki bertubuh atletis itu segera melesat ke arahnya. Membantu memunguti pensilnya. "Sudah semuanya?" tanyanya ramah. Fey mengangguk.     " Terima kasih, yah," kata Fey sambil tersenyum. Si tampan masih diam. Hanya menatapnya dengan memuja. 'Katakan sesuatu  ...,' batin Fey memohon.

"Kamu, Michael, bukan?" sembur Fey akhirnya. "Ya ... ak ...aku tidak terbiasa bicara dengan gadis secantik dirimu," jawabnya sambil mengembuskan napas lega. Fey tersenyum bahagia. "Kalau begitu, kamu dengar saja. Biar aku yang bicara."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar